FASILITASI DAN PEMBINAAN PENGGUNAAN OBAT RASIONAL

[Minggu, 6 September 2015]

Pengobatan obat yang tidak rasional sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Peresepan obat tanpa indikasi yang jelas, penentuan dosis, cara dan lama pemberian yang keliru, serta peresepan obat yang mahal merupakan sebagian contoh dari ketidak rasionalan dalam penggunaan obat, Penggunaan suatu obat dikatakan tidak rasional jika kemungkinan dampak negatif yang diterima oleh pasien lebih besar dibanding manfaatnya. Disamping itu fenomena yang berkembang di masyarakat saat iniyang cenderung melakukan pengobatan sendiri .

Pengobatan sendiri ( self medication ) merupakan upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit sebelum mereka memutuskan mencari pertolongan ke pusat pelayanan kesehatan/ petugas kesehatan. Lebih dari 60 % masyarakat mempraktekkan self medication dan lebih dari 80 % diantara mereka mengandalkan obat modern.

Apabila dilakukan dengan benar maka self medication merupakan sumbangan yang sangat besar bagi pemerintah, terutama dalam pemeliharaan kesehatan, untuk memastikan bahwa self medication dilakukan secara benar maka perlu melakukan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu upaya untuk menyebarkan informasi yang jelas dan dapat dipercaya kepada masyarakat tentang penggunaaan obat secara rasional, dengan demikian penentuan jenis dan jumlah obat yang diperlukan harus berdasarkan kerasionalan Salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan adalah keluarga sadar obat dengan melibatkan kader dan masyarakat, berkaitan dengan hal tersebut maka dilakukan kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Penggunaan Obat Rasional, dimana kegiatan ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tenaga kesehatan dan kader kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat dalam hal penggunaan obat rasional
Kegiatan ini diikuti oleh petugas Promosi Kesehatan, petugas pengelola obat dan kader kesehatan dari delapan Puskesmas di Kabupaten Pacitan.

Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kader dan masyarakat agar lebih aktif dalam mencari informasi mengenai obat yang digunakan oleh keluarga dan mampu memutuskan pengobatan berdasarkan resiko dan efek samping yang ditimbulkan melalui informasi yang didapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *