Mei 26, 2022

Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan

JL. Sasuit Tubun No. 01 Pacitan Jawa Timur. Telp. (0357) 885 145

Petani Tembakau Terancam Green Tobacco Sickness

2 min read

DINKES: Petani tembakau menjadi kelompok berisiko terpapar dampak nikotin lebih tinggi karena setiap harinya berkaitan erat dengan tembakau, mulai dari menanam sampai dengan panen.

Berdasarkan beberapa penelitian menyatakan nikotin yang terkandung dalam tanaman tembakau mempunyai risiko lebih besar, terutama saat dalam keadaan basah dan dinyatakan mampu menyebabkan Green Tobacco Sickness (GTS).

GTS adalah bentuk keracunan nikotin akut yang berisiko dialami oleh petani tembakau. Kondisi ini disebabkan oleh absorpsi nikotin dari tembakau melalui kulit pada saat proses budidaya dan panen tembakau.

Penelitian terkini menyebutkan bahwa Faktor risiko yang berpengaruh terhadap kasus GTS pada petani tembakau adalah masa kerja, status merokok, keluhan dermatosis dan status gizi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes), drg. Nur Farida menyebutkan tindakan promotif dan preventif yang terintegrasi baik dari pemilik pertanian maupun Puskesmas dapat mencegah terjadinya GTS kepada para petani tembakau.

“Penyediaan pelindung diri seperti masker, sarung tangan, baju dan lengan panjang, dan sepatu boot mampu mengurangi kontak langsung dengan tembakau basah, selain itu perilaku hidup sehat tanpa merokok dan menjaga status gizi tetap normal,” terang drg. Nur Farida

Lebih lanjut, Jum’at kemarin (18/03) di Desa Kedungbendo, Arjosari dan Desa Tahunan, Tegalombo Dinkes Pacitan menggiatkan Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) dan kesehatan kerja untuk para petani tembakau.

Dimulai dengan mengajak para petani tembakau melakukan senam CERDIK, penyuluhan CERDIK dan kesehatan kerja dan pemeriksaan kesehatan.

“Rutin melakukan Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rutin melakukan aktivitas fisik, Diet Gizi seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres dapat mencegah dan meminimalisir terpaparnya dampak negatif akibat tembakau,” tambah drg. Nur Farida. (Dinkes/PemkabPacitan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.